Air Terjun Mengkang
 
 

Air terjun Mengkang merupakan salah satu objek wisata yang terdapat dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, tepatnya di Seksi Pengelolaaan Taman Nasional Wilayah II Resort Dumoga Timur Lolayan.  Secara administratif, lokasinya terletak di Desa Mengkang Kecematan Dumoga Timur  Kabupaten Bolaang Mongondow.

Air terjun ini  memiliki ketinggian mencapai ±  30m dengan debit air relatif stabil. Air Terjun ini terdiri dari 5 tingkat, mulai dari tingkat pertama yang agak kecil, rendah dan sempit, hingga tingkat ke-4 dengan sajian pemandangan yang eksotis. Air terjun tingkat ke-5 berada di ketinggian yang harus dipanjat melalui batu raksasa yang terjal dan licin.

Untuk mencapai lokasi air terjun di Desa Mengkang dibutuhkan waktu +- 45 menit perjalanan dari Kotamobagu dengan kendaraan roda empat, yang dilanjutkan dengan dengan berjalan kaki dari Desa Mengkang selama ±  3 Jam.

Bagi pecinta wisata alam sekaligus penyuka tantangan trekking, Air Terjun Mengkang bisa menjadi sebuah pilihan.

Tidak hanya air terjun, begitu memasuki Desa Mengkang, wisatawan langsung disuguhi dengan pemandangan alam pedesaan yang indah. Sebuah jembatan gantung menjadi pintu gerbang masuk ke desa. Untuk menuju air terjun Mengkang, start dari jam 5 subuh merupakan pilihan terbaik. Selain udara yang masih segar, sepanjang perjalanan menuju objek wisata ini menyuguhkan keanekaragaman hayati yang sangat beragam. Flora dan Fauna akan menyapa sepanjang jalan. Bagi wisatawan yang hobi fotografi, mata harus tetap awas sepanjang perjalanan. Karena keindahan landscape, nature, macro flora, macro serangga, burung, maupun binatang-binatang liar yang melintas tersaji sepanjang perjalanan.

Desa Mengkang juga merupakan salah satu desa wisata yang menjadi andalan di Kab. Bolaang Mongondow. Tidak hanya menyimpan banyak keindahan alam, namun juga menyimpan banyak barang-barang kuno peninggalan jaman dulu.  Di Desa inipun terdapat rumah adat yang disebut “Monibi” yang didalamnya terdapat barang-barang kuno tersebut, sehingga layaknya seperti museum.

 

 

Sumber : Nuraini – Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone