
Bukit peyapata yang terletak di Provinsi Gorontalo tepatnya Desa Tunggulo Kec. Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Bukit peyapata yang memiliki ketinggian sekitar 450 – 700 mdpl juga menampilkan keindahan yang tidak kalah menarik dengan objek wisata lainnya. Dari puncak bukit peyapata kita dapat melihat panorama alam lembah Gorontalo yang sangat luas.
Untuk mencapai lokasi terdapat 2 (dua) jalur yang bisa dilalui dengan akses yang cukup mudah walaupun membutuhkan tenaga ekstra terutama yang menggunakan jalur jalan kaki karena untuk mencapai puncak tentu saja jalannya lebih mendaki. Dari Kota Gorontalo ke desa Desa Tunggulo tempat lokasi OWA Bukit Peyapata dapat di tempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 dalam waktu 30 menit. Jika ditempuh Dari Desa ke Lokasi OWA dapat ditempuh selama 20 menit dengan kendaraan roda dua, atau sekitar 60 menit jalan kaki. Bagi yang hobby hiking dengan medan menantang lebih disarankan mengambil jalur yang satunya dimana dari desa kelokasi OWA Pengunjung hanya bisa berjalan kaki, dengan waktu tempuh sekitar 1 sampai 2 jam.
Meskipun OWA ini masih tergolong baru, namun sudah cukup dikenal di masyarakat umum terutama di kalangan para pencinta alam. Hampir setiap akhir pekan lokasi ini ramai dikunjungi oleh kelompok pencinta alam dan para pendaki maupun masyarakat umum. Banyaknya aktivitas wisata yang dapat dilakukan di lokasi ini seperti flying fox, berkemah, pengamatan satwa liar maupun sekedar swafoto (selfie), menjadikan tempat ini bisa dinikmati oleh semua orang mulai dari anak-anak hingga dewasa. Lamanya perjalanan tidak menyurutkan keinginan pengunjung karena di sepanjang perjalanan pengunjung dapat menikmati keindahan alam.
Terkadang para pengunjung yang datang hanya ingin melihat matahari terbenam ataupun melihat Kota Gorontalo di malam hari dan menyaksikan matahari terbit di esok harinya. Mereka datang di sore hari kemudian mendirikan tenda. Menikmati panorama alam sekitar dengan naik ke rumah pohon dan tidak ketinggalan aktivitas berfoto.
Keindahan lain yang ditunggu-tunggu adalah saat matahari akan terbit, pengunjung mencari tempat yang tepat untuk menyaksikan proses munculnya sang surya. Tidak hanya itu, para pengunjung juga dapat menyaksikan atraksi budaya (tarian tradisional dana-dana) dalam kesempatan tertentu.
Para kelompok pencinta alam ataupun pendaki biasanya lebih menyukai mendokumentasikan perjalanannnya karena letak tantangan dan kepuasannya berada pada jalan menuju lokasi. Berbeda dengan pengunjung yang tujuannya hanya wisata, lebih banyak mendokumentasikan aktivitas wisata di puncak bukit seperti berfoto di rumah pohon maupun melakukan aktivitas flyng fox. Rumah pohon menjadi salah satu tempat yang digemari pengunjung, karena untuk sampai ke atas cukup menguji adrenalin yaitu dengan ketinggian 18 m.
Sumber : Nuraini – Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone