Sanctuary Maleo Muara Pusian merupakan salah satu suaka Burung Maleo sekaligus menjadi Nesting ground (tempat peneluran) Burung Maleo yang ada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone .Terletak di Desa Pusian Barat, Kec. Dumoga Timur, Kab. Bolaang Mongondow, yang secara pengelolaan Taman Nasional masuk dalam wilayah kerja Resort Pinogaluman, SPTN Wil. III Maelang. Dilokasi tersebut kita dapat mengamati aktivitas Maleo, dapat melihat secara lansung Maleo di kandang habituasi, mencari telur maleo, dapat merealese chick maleo secara lansung ke alam, melakukan pengamatan burung, berswafoto serta dapat melihat sumber mata air panas. Di Sanctuary ini telah dilengkapi fasilitas berupa guest house, tempat pertemuan, dapur, tempat ibadah, information center dan pusat edukasi wisata sanctuary maleo.

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 07:00 - 17:00 WITA
Lokasi : Muara Pusian

Maleo senkawor atau dengan nama latin Macrocephalon maleo adalah burung endemik Sulawesi yang terancam punah. Burungng ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Salah satu  habitat maleo terdapat di Tambun Desa Pinobatuan Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Habitat MaleoTambun merupakan salah satu obyek wisata alam dan penelitian yang dikembangkan, guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke areal yang dimaksud. Untuk mencapai lokasi tersebut dibutuhkan waktu ± 1,5 jam dari Kotamobagu atau± 6 Jam dari  Kota Manado menggunakan kendaraan roda empat. Aktivitas yang dapat dilakukan parawisatawan antara lain:

  1. Mengamati perilaku maleo saat bertelur.
  2. Mencari dan memindahkan telur Maleo ke Hatchery.
  3. Melepasliarkan anakan Maleo.
  4. Pengamatan burung.
  5. Menikmati sumber air panas alami.
  6. Menikmati keindahan batuan stalaktit dan stalakmit.
  7. Melakukan pendakian ke Goa Kelelawar.

Aktivitas maleo pada saat bertelur biasanya pukul 05.00 – 10.00. Wisatawan bisa melakukan pengamatan melalui pos pengamatan. Wisatawan tidak perlu khawatir untuk bermalam, karena disediakan Guest House di Sanctuary Maleo Tambun. Bagi pengunjung yang ingin melakukan pendakian ke Goa Kelelawar dengan keindahan stalaktit dan stalakmitnya dapat menjadi alternative kunjungan. Gua tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4 jam dari lokasi habitat  Maleo Tambun.

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 05:00 - 18:00
Lokasi : Tambun

Objek wisata alam Hungayono terletak di Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. lokasi Hungayono mempunyai keindahan alam hutan primer sejuk, padang alang-alang, gua kapur dan gua sauna. Selain keindahan alam, ada beberapa satwa endemik yang bisa dijumpai seperti tarsius, maleo dan jenis burung endemik lainnya. Di Hungayono juga terdapat Sanctuary Maleo sebagai salah satu suaka burung maleo dari 3 lokasi yang ada di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang dikenal dengan nama Sanctuary Maleo Hungayono.

 

Lokasi Sanctuary maleo Hungayono ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4.  Dari pusat Kota Gorontalo dapat diakses mengunakan kendaraan hingga ke desa Tulabolo dengan waktu tempuh ± satu jam atau ± 2 Jam dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju camp Hungayono dengan waktu tempuh ± 45 Menit.

 

Sama dengan sanctuary lainnya, aktivitas yang dapat dilakukan di lokasi ini antara lain mengamati perilaku burung maleo pada saat bertelur, mencari telur burung maleo, memindahkan telur yang diperoleh ke bak penetasan dan melepasliarkan anakan burung maleo. Untuk mengamati aktivitas maleo pada saat bertelur biasanya dilakukan pada pukul 05.00 – 10.00.  Wisatawan bisa melakukan pengamatan melalui pos pengamatan (menara pengintai).  Selain pengamatan maleo, di lokasi ini juga wisatawan dapat menikmati Goa Kapur, keindahan alam di puncak batu alang-alang, mandi sungai bone, Bird Watching dan Jungle Tracking.

 

Potensi obyek wisata ini didukung pula oleh sarana dan prasarana penunjang lainnya, seperti pondok kerja, jalan trail menuju areal peneluran, shelter, menara pengintai, hatchery, kandang habituasi, dan lain sebagainya.

 

Pengelolaan Sanctuary Maleo Hungayono saat ini juga telah mencoba berkolaborasi dengan kelompok masyarakat yang ada di sekitar lokasi.  Oleh karena itu, salah satu paket wisata andalan yang akan dikembangkan dan di kelola oleh kelompok masyarakat adalah “Foster Parent” .  Program Foster Parent atau orang tua asuh maleo merupakan salah satu upaya yang dilakukan Balai TNBNW untuk mengajak lebih banyak pihak, khususnya masyarakat baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk mau peduli dan ikut berperan serta dalam upaya pelestarian maleo. Dalam pelaksanaannya, program Orang Tua Asuh Maleo ini akan dikelola oleh kelompok masyarakat yang sudah dibentuk oleh Balai TNBNW untuk mengelola wisata di sanctuary maleo.  Program orang tua asuh maleo secara resmi diluncurkan pada tanggal 20 Juli 2018 pada acara peresmian Sanctuaray Tambun dan Muara Pusian oleh Dirjen KSDAE di lokasi Sanctuary Tambun. Sebagai orang tua asuh maleo pertama adalah Ir. Wiratno, M.Sc (Dirjen KSDAE), Dra. Hj.Yasti Soepredjo (Bupati Bolaang Mongondow) dan Dr. H. Hamim Pou, S.Kom., M.H. (Bupati Bone Bolango)

 

Setiap masyarakat yang menjadi orang tua asuh maleo dapat mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka program orang tua asuh maleo, antara lain:

1. Amati

.Orang tua asuh maleo akan melakukan pengamatan kedatangan pasangan maleo yang akan bertelur di lokasi peneluran. Pengamatan ini dilakukan pada waktu maleo akan bertelur, yakni sekitar pukul 05.00 sampai pukul 10.00 WITA pada lokasi atau menara-menara pengintai yang telah disediakan. Dengan demikian, bagi masyarakat yang berniat menjadi orang tua asuh maleo disarankan untuk menginap di homestay yang sudah disiapkan kelompok masyarakat maupun di guest house yang ada di Sanctuary Maleo Tambun.

2. Cari dan Gali

Setelah mengamati kedatangan pasangan maleo yang akan bertelur di lokasi peneluran, selanjutnya orang tua asuk dapat mengikuti petugas taman nasional untuk mencari dan menggali telur-telur maleo di dalam lubang peneluran. Namun perlu diingat, bahwa sesuai prosedur tata kelola lokasi peneluran maleo yang sudah ditetapkan, selain petugas yang sudah ditunjuk tidak diperbolehkan untuk menggalo lubang peneluran. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan pada telur maleo. Dengan demikian, orang tua asuh hanya dapat melihat petugas menggali lubang peneluran dan menerima telur yang diperoleh dari lubang tersebut.

3. Timbun Kembali

Setelah orang tua asuh berhasil memperoleh telur maleo dari lubang peneluran, selanjutnya dia harus memindahkannya ke dalam bak penetasan semi alami (hatchery). Tujuan dari penimbunan kembali ini adalah untuk menetaskan telur maleo dengan kondisi yang lebih aman dari gangguan predator. Penimbunan kembali telur maleo di dalam hatchary oleh orang tua asuh juga harus ditemani oleh petugas. Telur yang ditimbun tersebut akan diberi nama sesuai dengan nama orang tua asuhnya.

4. Menanti

Masa inkubasi telur maleo adalah selama kurang lebih 60-80 hari. Selama masa inkubasi sampai pada hari menetasnya telur asuhnya, petugas akan memberikan kabar kepada orang tua asuh dalam bentuk laporan singkat dan dokumentasi dalam bentuk foto atau video.

5. Lepaskan lagi

Setelah telur menetas, petugas akan menawarkan kepada orang tua asuh maleo untuk ikut melepasliarkan anakan maleo asuhannya atau cukup dengan hanya mewakilkan kepada petugas. Anakan maleo yang menetas tersebut akan dilepasliarkan kembali ke dalam hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Bagi orang tua asuh yang tidak bisa mengikuti proses pelepasliaran anakan maleo asuhannya, maka petugas akan membuatkan dokuemnatasi dalam bentuk foto atau video release dan mengirimkannya kepada orang tua asuh tersebut.

6. Donasi

Setiap masyarakat yang berminat untuk menjadi orang tua asuh maleo, maka dia berkewajiban membayar sejumlah uang sebagai donasi untuk konservasi maleo. Besarnya donasi tersebut ditetapkan oleh kelompok masyarakat yang menjadi pengelola sanctuary maleo tersebut. Pembayaran donasi ini dilakukan setelah calon orang tua asuh maleo memilih lokasi.  Selanjutnya dana tersebut akan dikelola oleh kelompok masyarakat untuk digunakan dalam berbagai bentuk kegiatan yang mendukung konservasi maleo, seperti penanaman pohon pakan dan tenggeran maleo, pembelian pakan anakan maleo yang ada di kandang habituasi serta kebutuhan konservasi lainnya.

 

Bagi masyarakat yang sudah berperan serta menjadi orang tua asuh maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone akan mendapatkan kenang-kenangan berupa sertifikat orang tua asuh maleo, Pin Orang Tua Asuh Maleo,Info dan dokumenatsi anakan menetas sampai pelepasliaran maleo.

 

Selain itu, Potensi yang ada di Desa Tulabolo terutama di site Hungayono adalah :

1. Panorama Alam; Lahan Perkemahan; Air Panas; Gua Alam; Sungai; Arum Jeram; Penelusuran Hutan; jalan reking; berspeda; dan kanopi trail.

2. Satwa; maleo, taersius, rangkong, monyet, dan aneka burung

3. Buah buahan : langsat, durian, mangga, pisang (sale/dompo), kelapa (minyak kampung) bambu, dan tanaman obat.

3. penelitian dan pendidikan lingkungan

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 05.00 - 18.00
Lokasi : Kompleks Sanctuary Maleo Hungayono

Wisma Wallacea berada di desa Toraut kecamatan Dumoga Barat dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dari Kota Kotamobagu. Wisma Wallacea merupakan salah satu fasilitas wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan wisata di Toraut dan sekitarnya. Wisma Wallacea bisa ditempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kota Kotamobagu. Selain berfungsi sebagai pusat informasi, Wisma Wallacea menyediakan fasilitas berupa penginapan, ruang rapat dan lokasi perkemahan. Jasa pemandu dan porter juga dapat dimanfaatkan bagi anda yang berkunjung ketempat ini setiap waktu bila anda membutuhkan.

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 24 Jam
Lokasi : Toraut

River Tubing Toraut

Sobat maleo sudah pernah mencoba wahana river tubing toraut? River tubing toraut merupakan wahana wisata alam di DesaToraut Utara yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. River tubing adalah wahana wisata menghanyutkan diri dari hulu ke hilir sungai dengan wahana ban. River tubing Toraut dikelola oleh anak-anak muda dari Komunitas Pecinta Alam Tarsius Toraut. River Tubing Toraut menjadi wahana yang seru yang memacu adrenalin wisatawan. Tapi tenangya,, sudah ada guide yang ahli yang bisa mengarahkan wisatawan dalam kegiatan river tubing ini. 

Bagi sobat maleo yang ingin mencoba wahana wisata alam ini, biaya yang di keluarkan cukup murah. Sobat maleo hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 5.000,- (weekday) dan Rp. 7.500,- (weekend) untuk karcis masuk ke Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Sedangkan untuk mencoba wahana river tubing, sobat maleo di kenakan tarif Rp. 30.000,-. Cukup murah bukan? Ayo ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 08.00 - 15.00
Lokasi : Toraut

Batu Berkamar

Kubur tebing batu, ternyata takhanya ada terdapat di Toraja. Kubur tebing batu itu bisa dijumpai di Desa Toraut Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kubur tebing ini biasa disebut Batu Berkamar karena terlihat seperti kamar yang terdapat di batuan. Batu Berkamar merupakan salah satu potensi wisata alam di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Terdapat lima situs  kubur batu di Torautini. Yaitu kubur batu Binuanga, Luod, Kosinggolan, serta Tumpa I danTumpa II. Wisatawan dapat mencapai Batu Berkamar ± 2 jam dari Kota Kotamobagu, dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 2-3 jam. Akivitas yang dapat dilakukan pengunjung di lokasi tersebut antara lain melakukan pengamatan burung, pengamatan satwa malam seperti Tarsius, dan Burung Hantu, fotografi, berkemah, serta menikmati panorama alam di sepanjang perjalanan.

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 07.00 - 15.00
Lokasi : Desa Toraut

Birdwatching Toraut

Selain di Sanctuary Maleo Tambun, Wisata Pengamatan Burung (Birdwatching) juga bisa dilakukan di Toraut. Toraut memiliki jalur pengamatan burung. Disana terdapat banyak burung-burung khususnya burung endemik Sulawesi.

Terdapat jalur tracking dimana sobat maleo bisa melakukan pengamatan burung. Sebelum memasuki jalur tracking, sobat maleo bisa merasakan sensasi menyebrang sungai menggunakan rakit dari bambu.

Karena pengamatan burung biasa dilakukan di pagi hari, atau pengamatan burung malam di malam hari, bagi sobat maleo yang ingin menginap, disana disediakan Wisma Bina Cinta AlamToraut (Wisma BCA Toraut). Wisma BCA Toraut merupakan salah satu fasilitas wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan wisata di Toraut dan sekitarnya. Wisma BCA Toraut menyediakan fasilitas berupa penginapan, ruang rapat dan lokasi perkemahan. 

Tempat Wisata Birdwatching Toraut ini bisa ditempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kota Kotamobagu. Jasa pemandu dan porter juga dapat dimanfaatkan bagi Sobat Maleo yang berkunjung ketempat ini setiap waktu bila anda membutuhkan.

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 06.00 - 21.00
Lokasi : Toraut

Air terjun Lombongo ini mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Itu karena surga tersembunyi ini tidak banyak dikenal orang. Lokasi objek wisata ini adalah berada di Desa Lombongo sendiri, kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Pemandangannya juga sangat indah dan menakjubkan.

 

Meskipun tersembunyi, objek wisata satu ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Sangat cocok bagi Anda yang ingin merilekskan pikiran dan menghabiskan waktu liburan panjang. Bahkan di sana terdapat pohon yang begitu lebat, tepatnya di hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

 

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone ini terdapat beberapa jenis burung yang cantik. Jumlahnya kurang lebih sekitar 125 jenis burung yang sudah teridentifikasi, 24 jenis mamalia serta 23 amphibi serta reptil, dan juga 289 untuk jenis pepohonan di dalam destinasi tersebut

 

Sebagai salah satu destinasi wisata yang masih sangat baru, Air Terjun Lombongo ini memiliki pemandangan yang tidak kalah bagusnya dengan objek wisata lainnya. Tidak heran jika banyak orang penasaran untuk berkunjung ke sana. Mengingat tempatnya asri karena tidak terjamah banyak orang.

 

Salah satu destinasi terbaru yang ada di Gorontalo ini masih cukup asri, mengingat objek tersebut tidak banyak terjamah oleh orang. Dengan jarak tempuh kurang lebih untuk berjalan kaki selama 45 menit, destinasi ini juga mempunyai biodiversity tinggi serta habitat paling penting khas dari Sulawesi. Bahkan memiliki habitat flora endemik.

 

Destinasi Air Terjun ini telah menjadi tempat favorit bagi pengunjung yang menyukai ketenangan, mengingat objek wisata ini tidak terjamah oleh banyak orang sehingga suasananya jauh lebih tenang. Bahkan di sana juga terdapat beberapa fasilitas yang semakin membuat nyaman.

 

Fasilitas tersebut antara lain seperti adanya mini gazebo yang tersedia di sepanjang jalan, sehingga siapa pun pengunjung yang datang ke sana bisa berisitirahat di sana setelah melalui perjalanan panjang. Terlebih lagi pemandangan indah dari Air Terjun Lombongo membuat Anda semakin rileks.

Harga : Rp. 5.000,00 - Rp. 150.000,00
Waktu Kunjungan : 08.00 - 15.00
Lokasi : Lombongo